free hit counters
Sikap Buruk Anak Tidak Selalu Berarti Nakal
UXDE dot Net Wordpress Themes

Bijak Menghadapi Sikap Buruk Balita

Posted by on
sikap buruk

sikap buruk di youtube

Sikap buruk balita biasanya muncul ketika anak semakin besar dan kelucuannya semakin berkurang.  Demi kebaikan anak, orang tua terpaksa menghujani anak dengan kata-kata larangan dan teguran. Berawal dari “hati-hati, awas, jangan” kemudian meningkat menjadi “aduh, ya ampun”. Apa yang terjadi selanjutnya sangat tergantung tingkat kebijakan orang tua. Orang tua yang bijak akan menghadapi masalah dengan tenang dan mencari solusi terbaik, sementara yang lain menyelesaikan masalah dengan amarah, teriakan dan bentakan. Dalam jangka panjang, reaksi orang tua dalam menghadapi masalah dengan anak akan berdampak pada perkembangan kecerdasan emosional anak.

Mempertanyakan Sikap Buruk Anak

Ketika sikap buruk balita mulai muncul, inilah beberapa langkah bijak yang perlu dipertimbangkan sebelum menjatuhkan sanksi atau hukuman.

  1. Apakah sikap buruknya mengungkapkan kebutuhannya akan perhatian? Anak bisa merasa kurang perhatian kalau waktu bersama ayah bundanya semakin sedikit, kalau ayah bundanya terlalu sibuk bekerja, kalau ayah bundanya lebih banyak menghabiskan waktu dengan adik bayi, kalau ayah bunda terlalu sering membanding-bandingkan kelemahannya dengan kelebihan adik atau kakik, kalau ayah bunda sering mengabaikan pendapat dan keinginannya. Kalau begitu, berilah lebih bayak perhatian, bukan cacian.
  2. Apakah dia sedang melampiaskan rasa kesalnya melalui sikap yang buruk karena dia tidak tahu cara yang lebih baik? Kalau begitu, berempatilah dan ajarlah dia mengungkapkan perasaannya lebih elegan. Berilah pengertian perbedaan mengenai yang boleh dilakukan dan tidak boleh, yang baik dan yang tidak baik, yang benar dan yang salah.
  3. Apakah sikap buruk balita bersumber dari rasa gelisah yang tidak bisa diungkapkannya? Kalau begitu,berilah ketenangan,bukan bentakan.
  4. Apakah sikap buruknya akibat pengaruh film yang yang sering ditontonnya? Sebagai contoh, ada anak yang mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh Nobita dalam film Dora Emon yang mudah mengeluh dan merengek. Atau sebaliknya meniru tokoh Giant yang kasar dan agresif. Tawarkanlah pilihan untuk menghentikannya perilaku atau kata-kata yang ditirunya atau melarangnya menonton film yang sama.
  5. Apakah sikap buruknya mencerminkan perilaku orang tua?  Kalau anak reaktif dan bersikap agresif kepada saudara atau temannya, apakah dia meniru kebiasaan kita dalam memperlakukan anak-anak? Kalau dia suka bertengkar dengan teman-temannya, apakah itu karena dia meniru kita yang sering bertengkar di depan anak? Kalau begitu,dia sedang memperingatkan kita untuk bersegera memperbaiki diri dan lebih bijak dalam menyelesaikan konflik dengan pasangan kita.
  6. Apakah anak bersikap buruk sebagai pemberontakan atas perlakukan kita yang kasar dan tidak adil? Kalau begitu, bersikaplah adil dan lebih lembut tanpa mengurangi ketegasan.
  7. Apakah sikap buruk balita kita sudah berlebihan dan tidak terkendali sehingga bisa membahayakan dirinya dan temannya? Misalnya suka membuli, memukul atau menganiaya temannya? Berilah peringatan kesatu, kedua dan ketiga. Kalau peringatan tidak membuatnya berubah, ancaman tidak membuatnya takut, mungkin kita perlu bersikap lebih tegas. Kalau berbagai cara sudah dilakukan tapi belum ada hasilnya, cobalah konsultasikan dengan psikolog anak.

Tegas Tapi Lembut Menghadapi Sikap Buruk Anak

Disiplin perlu ditegakkan dengan ketegasan. Anak perlu belajar menaati peraturan dan melaksanakan tata tertib. Kalau ketegasan kita diabaikan, maka anak perlu belajar bahwa orang tua adalah pemimpin dan tidak bisa dikendalikan oleh anak. Anak perlu belajar untuk bertanggungjawab atas perbuatannya. Berilah sanksi atau hukuman yang proporsional sesuai dengan usia dan tingkat pengertian anak.

Tapi kalau anak tidak takut terhadap sanksi atau hukuman, itu berarti hukumannya kurang efektif. Pikirkanlah sanksi yang bisa membuatnya ingat untuk tidak mengulangi sikap buruknya. Misalnya tidak boleh main ke rumah teman, tidak boleh menonton televisi sehari, tidak boleh main game selama seminggu, jatah beli mainan atau beli buku dicabut untuk sementara. Bersikaplah bijak dalam memberi hukuman agar anak mengerti bahwa disiplin adalah bagian dari kasih sayang.

Artikel terkait : Mencintai Anak dengan Hati.

About the Author

Bayi Pintar

pelopor flash card bayi dan balita. Produk berkualitas dan teruji sejak tahun 2007. Beberapa produk telah menjadi best seller di jaringan Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung.

Comments are closed.