free hit counters
Belajar Membaca Sejak Usia 4 Bulan Atau 4 Tahun?
UXDE dot Net Wordpress Themes

Belajar Membaca Sejak Usia 6 Bulan?

Posted by on
belajar membaca

belajar membaca

Belajar membaca sejak usia 6 bulan masih menjadi kontroversi. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju anak belajar membaca sejak usia dini. Ada orang tua yang tidak mengajar bayi membaca karena bayi masih terlalu kecil untuk belajar. Kasihan sekali bayi yang masih sangat kecil dan imut dipaksa untuk belajar. Kalau bayi belajar sejak usia dini dikhawatirkan nantinya anak akan bosan belajar ketika sudah semakin besar. Pendapat seperti itu ada benarnya. Menurut pakar pendidikan anak Jean Piaget, anak baru siap belajar calistung  ketika berusia 7 tahun.

Orang tua yang setuju bayi belajar membaca sejak usia dini juga mempunyai argumentasi. Fakta menunjukkan banyak bayi bisa membaca pada usia 12 bulan sampai 24 bulan. Bahkan banyak anak berkebutuhan khusus dan mengalami cidera otak bisa membaca sejak usia dini dengan metode Glenn Doman.  Selain itu, banyak juga contoh anak yang berprestasi karena belajar sejak usia dini.

Belajar Membaca Tidak Membebani Bayi?

Tidak hanya belajar membaca yang bisa menjadi beban bagi bayi. Pelajaran apapun yang dilakukan tanpa metode yang benar bisa menjadi beban. Pelajaran menjadi beban kalau diberikan dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang lama. Bayi bisa kebingungan dan stress. Pada umumnya bayi tidak bisa fokus lebih dari satu menit. Kalau pun ada yang bisa bertahan selama tiga menit itu sudah luar biasa. Selain itu, pelajaran menjadi beban berat bagi bayi kalau dilakukan dalam suasana serius, dengan target atau paksaan.

Bahkan bayi yang tidak belajar apapun bisa mengalami beban yang berat kalau aktivitas bermainnya tidak ditemani oleh orang tua atau pengasuh anak. Mereka bisa bisa membuang-buang waktu dan energi dengan sia-sia. Perkembangan otaknya yang sedang tumbuh secara menakjubkan tidak akan optimal bila tidak distimulasi. Sayang sekali kalau bayi yang memiliki potensi pintar dan cerdas dibiarkan bermain sendiri tanpa bimbingan. Boneka yang seharusnya disayang malah dipukul-pukul atau dilempar. Mobil-mobilan yang seharusnya di dorong supaya maju malah ditabrak-tabrakan sampai berantakan. Apalagi sekarang di era digital, ada jutaan bayi yang menonton TV atau main iPad berjam-jam yang berpotensi over stimulasi. Jadi, apakah menyisipkan pelajaran beberapa menit sehari lebih buruk dibandingkan dengan menonton TV atau main Ipad selama beberapa jam?

Belajar Membaca Yang Menyenangkan

Belajar membaca yang dilakukan dalam suasana bermain, dilakukan dalam waktu singkat, dan dengan metode belajar yang tepat tampaknya tidak akan menjadi beban bagi bayi. Belajar membaca menggunakan flash card hanya berlangsung 1 sampai 3 menit setiap sesi pelajaran. Dengan waktu belajar yang relatif singkat tentu saja tidak akan mengurangi waktu bermain bayi yang masih tersisa berjam-jam. Belajar dalam suasana gembira atau suasana bermain tentu saja menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi bayi. Apalagi kalau Bunda melakukan dengan penuh kasih sayang, kesabaran dan ketekunan, hasilnya pasti sangat memuaskan.

Namun kalau bayi belum siap untuk belajar membaca, sebaiknya tidak dipaksakan. Hentikan pelajaran dan carilah waktu yang lebih tepat. Tidak perlu mematok target dan tidak perlu membandingkan buah hati tercinta dengan bayi-bayi super yang tampil memukau di Youtube. Bundalah yang memutuskan apakah anak belajar membaca sejak usia dini atau menundanya sampai usianya cukup matang?

About the Author

Bayi Pintar

pelopor flash card bayi dan balita. Produk berkualitas dan teruji sejak tahun 2007. Beberapa produk telah menjadi best seller di jaringan Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung.

Comments are closed.