free hit counters
Mengajar Anak Jadi Mudah dan Menyenangkan dengan Media Flash Card
UXDE dot Net Wordpress Themes

Mengajar Anak Menggunakan Flash Card

Posted by on
  1. Mengajar anak bayi dan balita menggunakan flash card bisa dimulai sejak usia 6 bulan. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 bulan. Tapi anak usia 3 tahun ke atas  yang belum sempat belajar pun belum terlambat untuk segera memulainya.  Tidak ada kata terlambat untuk belajar bagi orang dewasa, apalagi bagi anak balita. Anak yang lebih kecil belajar lebih sedikit dibandingkan anak yang lebih besar. Sebagai contoh, mengajar anak batita membaca perlu diulang satu atau dua kali setelah tamat. Anak usia 3 tahun ke atas bisa langsung lanjut ke seri selanjutnya.  Anak yang belum bisa bicara, cukup melihat tulisan pada kartu dan mendengar ucapan Bunda. Anak yang sudah bicara bisa disuruh mengulang kata yang Bunda ucapkan. mengajar anak bayi
  2. Pelajaran diberikan sedikit demi sedikit disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak. Pelajaran apapun tidak boleh menjadi beban bagi anak. Kalau Bunda menikmati proses mengajar anak biasanya cepat atau lambat anak pun akan mudah menyesuaikan diri.
  3. Rentang perhatian anak sangat pendek. Anak tidak bisa belajar dalam waktu lama, terutama anak batita. Cukup 1 sampai 3 menit setiap kali belajar. Lakukan dalam waktu singat dan hentikan sebelum anak bosan. Lebih baik belajar 3 x 1 menit sehari daripada 1 x 10 menit yang tidak fokus.
  4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak belajar dengan efektif dalam suasana gembira. Hindari segala bentuk pemaksaan. Kalau anak belum siap untuk belajar, sebaiknya jangan dipaksakan. Tunda sampai anak mau bekerjasama. Carilah waktu yang tepat, hindari mengajar anak ketika anak dalam kondisi kurang sehat, lelah, gelisah, rewel atau mengantuk.
  5. Carilah tempat yang tenang agar anak bisa konsentrasi. Hindari benda-benda yang dapat menarik perhatiannya atau suara-suara bising yang mengganggu. Posisi yang terbaik adalah duduk berhadapan. Bunda memperlihatkan flash card dengan jarak sekitar 30 cm.  Mata anak harus melihat tulisan atau gambar yang sedang Bunda tunjukkan.
  6. Ucapkan dengan suara yang jelas dan lafal yang benar. Misalnya, “Ini warna kuning”, atau “Ini gambar harimau”. Beri penekanan pada kata kuning dan harimau. Tidak perlu memberi penjelasan agar anak fokus pada pelajaran, kecuali anak yang lebih besar yang sudah mengerti. Ketika mengajar anak kecil hindari melafalkan kata yang salah. Misalnya susu tidak boleh disebut cucu, sayang tidak boleh diganti cayang.
  7. Mengajar anak batita atau balita tidak selalu mudah. Sebagian anak pada awalnya sulit diajak bekerjasama, bahkan ada anak yang merebut, melipat atau menggigit kartu. Selain itu ada juga sebagian anak yang terlalu aktif sehingga tidak bisa duduk diam, bahkan ada juga yang sulit fokus walaupun hanya beberapa detik.  Cobalah untuk membujuknya dan mencari waktu yang tepat. Tapi kalau berbagai cara sudah dilakukan dan masih belum berhasil, diskusikanlah dengan psikolog anak atau terapis. Tidak perlu berkecil hati, karena selalu ada jalan keluar. Bahkan dengan kesabaran dan kasih sayang, anak-anak berkebutuhan khusus dan hyperaktifpun bisa bekerjasama dengan baik. Hargai kemauan belajar anak dengan memberinya pujian, pelukan, atau ciuman untuk memotivasinya.
  8. Flash card atau kartu belajar sebaiknya tidak diberikan kepada anak batita sebagai mainan., kecuali setelah materi pelajaran dikuasai. Kalau dipakai mainan, biasanya anak cenderung  merasa bosan dan kurang antusias untuk belajar.  Jadi kartu dikeluarkan pada waktu belajar dan disimpan setelah pelajaran selesai. Kalau Bunda konsisten, biasanya anak akan mengikuti  aturannya.
  9. Seorang filsuf terkenal mengatakan bahwa  seorang ibu lebih baik dari puluhan guru.  Galilah potensi Bunda sebagai guru yang baik.  Misalnya kalau anak sudah belajar mengenai buah “jeruk”, pada kesempatan lain usahakan anak mengenal buah jeruk yang asli, memegang dan merasakannya sementara Bunda memberi penjelasan yang singkat dan jelas. Ketika ada kucing lewat, ingatkan anak pada hewan kucing yang sudah dipelajarinya.
  10. Bagi ibu yang penuh kasih sayang, mengajar anak adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan beban. Meskipun prosesnya jauh lebih penting daripada hasilnya, namun kalau dilakukan secara kosisten, mengajar anak akan membuahkan hasil yang sangat mengagumkan. Sementara otak anak sedang berkembang dengan sangat pesat, Bunda memiliki kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai agama dan pelajaran-pelajaran lain sehingga iman, karakter dan kecerdasan anak bertumbuh secara optimal.

About the Author

Bayi Pintar

pelopor flash card bayi dan balita. Produk berkualitas dan teruji sejak tahun 2007. Beberapa produk telah menjadi best seller di jaringan Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung.

Comments are closed.